Friday, July 15, 2016

Cerita Ikan Lebaran


AAAAKKKKK
BRAK
BYURRRR
Wajah-wajah cemas campur lumpur keliatan jelas terpancar dari wajah para ibu, bapak dan orang-orang di sekitar situ. Seorang bapak coba mengulurkan tangannya untuk menolong.
Rapapa, Pak. Ora ucul kiye”*
Anak perempuan itu tersenyum sambil meraih tangan si bapak, dan tangan kirinya menggenggam seekor ikan gurameh.
--
Setiap Lebaran tiba, di hari keempat, desa saya mengadakan lomba tangkap ikan di sungai tengah desa. Tahun ini 20 kilogram ikan disebar. Lomba boleh diikuti oleh semua kalangan. Anak-anak, bu ibu, bapak-bapak, kakek nenek boleh berpartisipasi.
Pagi hari setelah solat subuh, suasana mulai berisik. Pengeras suara mushola mulai menyiarkan bahwa nanti jam tujuh pagi lomba tangkap ikan akan dimulai.
Dengan napsu manusia yang baru kelar puasa, tapi udah ngabisin ketupat dua ikat, kedua adik saya mulai ribut juga. Gilang Galuh mulai merencakan apakah mereka mau ikut berpartisipasi atau Cuma nonton. Saya sih mending nonton dari pinggir. Males basah-basahan. Padahal males belepotan. Krik
Waktunya tepat juga sih, hari keempat Lebaran itu sepertinya tidak akan hujan. Langit terang. Selesai sarapan kami bertiga segera pergi ke sungai depan mushola. Sungai depan mushola sebenarnya aliran air yang melewati dua kecamatan di Kabupaten Banyumas ini, kecamatan Karanglewas dan Purwokerto Barat. Sungai ini melewati tepat di tengah desa saya.
Sampai di dekat mushola sudah banyak orang berkumpul. Puluhan warga dari dua RT berkumpul. Banyak tetangga saya yang membawa tas plastik kresek besar, karung dan ember. 
Panitia sudah menyiapkan 20 kilogram ikan, hadiah serta cemilan untuk para peserta. Dibuka oleh pak lurah, acara dimulai. Batas waktu yang diberikan sekitar dua jam. Dalam dua jam itu, peserta diperbolehkan menangkap ikan sebanyak-banyaknya dengan tangan kosong. Tas kresek dan ember diperbolehkan hanya untuk menampung ikan hasil tangkapan. Kedua puluh ikan tersebut tidak disebar langsung. Panitia secara berkala akan menambahkan ikan selama empat kali setiap tiga puluh menit.  Ada kupoh hadiah bonus yang diselipkan di dalam ikan tersebut.
Daaannn kedua adik saya milih buat ikutan. 
Walhasil saya jadi seksi dokumentasi di pinggir. Disitu saya merasa sedih karena saya ngga punya kamera DSLR. Huwaaaa padahal bakal banyak momen bagus yang sayang untuk dilewatkan. 
Tapi jangan khawatir, saya ada Zenfone 2 Laser ZE550KL. 
Gak akan lari gunung dikejar kan? Yaudah senjata siap buat dokumentasiin adek-adek bebek ini. 















Note: 
Rapapa, Pak. Ora ucul kiye = Gapapa, Pak. Ngga lepas ini
- Bayaran Wong Katisen = bayaran orang kedinginan

Thursday, July 14, 2016

(NONTON) Conjuring 2

Film ini ngga ada hubungannya sama film pertamanya. Conjuring 2 merupakah kasus kedua yang menampilkan Ed dan Lorraine Warren.

Valak emang ngga ada harga dirinya banget di Indonesia. Meme Valak di medsos bikin reputasinya tambah ancur. Yang kolak lah, salak lah, kecoak lah. Yang katanya lebih serem daripada artis ibukota yang kabarnya doyan mujair itu. Kasian Valak. Ngga ada serem-seremnya. Tiati kak kalo ngomong, dibully bala-balanya entar nyesel. Wkwkwk. Anjay baper.
source: google
source: google
Kayak biasa, halah kayak tinggal serumah. Bu Lorraine Warren dapet penglihatan kalau suaminya bakal mati di basement. Selain kematian Pak Ed Warren , si ibu juga diliatin kalau ada biarawati muka serem yang ngejar-ngejar dese. Nganggep kalau itu cuma mimpi istrinya, si bapak selow aja gitu.

Sementara itu di bagian bumi lainnya, Inggris, sebuah keluarga mengalami kejadian seram tiap malamnya. Peggy, single parent yang tinggal bareng empat anaknya awalnya ngga nganggep itu gangguan. Paling cuma mimpi buruk anak-anaknya. Tapi semakin parah terutama bagi Jane, anak keduanya. Mengira gangguan itu datang dari orang asing yang masuk rumahnya membuat Peggy terpaksa ngungsi ke rumah tetangga. Kemudian memanggil polisi buat ngecek ke dalem rumahnya. Kejadian bergeraknya kursi, bikin polisinya takut dan kejadian itu bukan wewenang mereka.

Setelah kejadian itu, peristiwa gangguan di rumah Peggy menjadi viral. Media cetak dan elektronik mulai menceritakan kepada publik. Beberapa beranggapan kalau itu memang ulah hantu. Bahkan rumah mereka dijuluki Amytvillenya Inggris. Sebagian lain menganggap kalau itu cuma tipuan belaka. Ahli fisika, psikologi dan salah satu stasiun televisi mencoba merekam dan mewawancarai anak-anak Peggy. Jane yang paling sering mendapat gangguan pun kerasukan ketika wawancara. Mengatakan kalau roh yang datang dan menteror bernama Bill. Pria tua yang mati karena pendarahan otak di kursi ruang tamu rumah itu.

Cerita inipun sampai ke suami istri Warren. Gereja minta mereka untuk melakukan penyelidikan. Lorraine keberatan karena mimpinya itu. Dan lagi Ed yang tiba-tiba saja melukis wajah yang sama seperti di mimpinya. Di suatu siang Lorraine yang sedang duduk menemani anaknya bermain kembali mendapat penglihatan. Biarawati berwajah seram datang ke rumahnya.

Keduanya lalu pergi ke Inggris. Cek sana cek sini, keduanya memutuskan menginap dan menguji apakah cerita mistis keluarga Peggy tipuan atau memang nyata. Gangguan tetap berlanjut namun Lorraine tidak merasa ada roh jahat yang mengganggu. Sampai akhirnya ada kejadian yang membuat pasangan Warren beserta rombongan merasa bahwa kejadian mistis itu merupakan tipuan Jane.

Peggy yang kecewa mengusir mereka. Kembali masuk ke rumah, Jane yang sedih kembali diganggu oleh sosok jahat di rumah mereka. Sementara itu, di perjalanan Ed sadar kalau ada yang aneh dengan semua yang mereka alami di rumah Peggy. Dibantu istrinya, mereka menemukan kalau Bill mencoba memberi mereka petunjuk bahwa dia dimanfaatkan oleh sesuatu yang jahat untuk mengganggu keluarga Peggy.

Kembali kediaman Peggy, kondisi sudah chaos. Ed dan Lorraine terpaksa terpisah karena ulah si sosok jahat. Sampai akhirnya Lorraine berhadapan langsung dengan sosok dimimpinya itu.

Sampai film selesai, saya ngga habis pikir alasan sebenarnya Valak ganggu keluarga Peggy. Awalnya saya kira kalau Valak memancing Lorraine dengan kasus keluarga Peggy karena Valak punya dendam pribadi. Oke, Valak manfaatin Bill buat ganggu Jane sampai Lorraine pun ketutup mata batinnya. Kalau cuma pengin mancing Lorraine kenapa harus di Inggris kejadiannya? Kenapa ngga di Amerika aja. Apakah Valak punya misi tersembunyi buat bikin pasangan Warren go internesyenel sebagai pengusir hantu tingkat dunia?

Atau Valak punya dendam pribadi sama Peggy. Tapi Peggy ngga diincer sama sekali tuh. Valak pake Jane tapi ngga nyerang Peggy. Atau Valak itu mantan cewenya mantan suami Peggy yang pengin Peggy dan anak-anaknya hancur karena ulah roh jahat baper. Jadi yang diserang dari Peggy tuh psikisnya.

Apakah Valak masih ada hubungan saudara sama roh jahat yang ganggu di Conjuring 1? Kalau iya, sebenarnya ini cerita dendam keluarga yang manfaatin orang ngga bersalah. Egois. Memang. Tapi kata James Wan di wawancara, Conjuring 1 dan 2 ngga ada hubungannya blas.

Apakah Valak punya dendam pribadi di masa lalu sama Lorraine? Kok ngebet banget pengin bunuh. Sampe manfaatin orang buat mancing Lorraine. Terus kenapa Valak ngasih clue ke Lorraine lewat mimpinya coba. Kalau emang dia baper sama Lorraine harusnya kan main cantik. Pake dateng ke mimpinya, kan ketahuan namanya. Tanggung bener. Kan dia roh jahat nih, trus bisa pindah tempat dengan gampangnya. Siang di Amerika masuk ke mimpi Lorraine, malem udah di Inggris ganjen-ganjenan di rumah Peggy. Kenapa ngga langsung bunuh yak?

Yekan kalo langsung mati, kagak jadi film juga gal -_-

Emang si yang namanya kematian itu misteri. Kata ustad di acara sahur tadi pagi, kita ngga bakal tahu gimana caranya kita mati, kapan kita mati atau dimana kita mati. Mungkin ini cara Tuhan matiin Lorraine.

Lahhhh

Atau sebenarnya ada yang memanfaatkan Valak buat nyerang Lorraine. Dalang ini bersembunyi sangat rapat sampai ngga ada yang bisa nyium keberadaannya. Dia pakai Valak buat ngetes seberapa besar kekuatan Lorraine. Terutama ketika orang yang disayanginya itu dalam bahaya. Teori ini bener juga kayanya ya, soalnya pas face to face sama Lorraine, Valak cuma teriak-teriak cantik doang pas Lorraine ngelawan. Kalau misal dia benci setengah mampus sampai mau matiin Lorraine, mestinya Valak pas dilawan gitu ngga cuma teriak-teriak cantik doang sampe mukanya coak terus dia ilang.

Serah lo dah gal.

Terpelas eh terlepas dari alasan Valak jadi roh jahat di film ini. Porsi Valak sebagai antagonis utama kok kurang ya dari yang saya harapkan. Valak harus berbagi frame sama roh kakek Bill dan lusinan jump scare yang disiapin James Wan. Valak keluar cantik di mimpi Lorraine. Padahal dengan memenya Valak, trus yang katanya ada yang meninggal waktu nonton Conjuring 2 dan mayatnya ilang di salah satu portal berita online, saya jadi penasaran seberapa menyeramkannya Valak. Momen paling seru ya waktu bayangan Valak masuk ke lukisan Ed. Itu pelaannnnn dan nyiksa.

Ah itu kampret bener. Lagian Ed ngapain pake lukis begituan segala.

Porsi tokoh lain buat saya ngga kurang ngga lebih. Pasangan Warren sesuai porsinya, Peggy dan anak-anaknya juga sesuai porsinya, tokoh tambahan lainnya juga ngga bikin kesel atau ganggu. Oiya Cuma satu yang bikin saya kasihan. Ituloh adeknya Jane, anak ketiganya Peggy. Lah namanya lupa. Kalau kedua kakaknya sama si bungsu dapet porsi dan dialog yang lumayan. Si anak ketiga ini jadi kaya karakter pelengkap aja dari awal hingga akhir film. Cuma di adegan Jane yang ilang terus si anak ketiga ke dapur. Ternyata Jane yang kerasukan ngunci pintu dapur. Dan prang prang. Kasian, dia guna disitu doang.

James Wan emang juara buat jump scarenya. Bonusnya beberapa lagu lawas diselipkan jadi scoring film ini.  Rasanya mirip adegan Quick Silver di X-Men. Juga visualisasi pria bengkok yang keluar dari mainan adeknya Jane. Ahhhhh ini hasrat fairy talenya terpuaskan banget. Jadi yah mirip scarecrow yang digabungin sama tengkorak doyan nyanyi di Chrismast of The Halloween. Tim Burton ikut bantuin apa buat karakter ini? hahaha

(NONTON) Warcraft (2016)

Film adaptasi game bisa jadi dua mata pisau. Satu sisi bisa sukses, disisi lain bisa mendatangkan cacian ke pembuatnya. Warcraft bisa jadi salah satunya. Yang mana???

source: google
Game populer Warcraft katanya dapet inspirasi dari J.R.R Tolkien. Tahu dong itu siapa? Yap, bapaknya orc, elf, dwarf dan manusia di The Lord of The Rings (LOTR). Jadi ya tokohnya ngga jauh beda. Saya juga nemuin orc, ilmu sihir, kasta dalam ras manusia juga berbagai macam makhluk yang tinggal di dunia yang berbeda dengan dunia manusia. 

Orc di LOTR digambarkan sebagai makhluk yang jahat, buas, ngga bisa diajak kompromi dan geradak geruduk. Udah jelek terus jahat, mau jadi apa kalian wahai para orc?

Tapiiii, di Warcraft beda dong. Teteup konsep orcnya sama (err) , perilaku dan punya sifat mirip manusia. Yang jahat, ada. Yang baik, ada. Yang ikut-ikutan, ada. Punya kemampuan buat berpikir. Bisa buat strategi berperang. Dan punya rasa empati.

source: google
Dunia tempat tinggal orc dan manusia berbeda. Orc tinggal di dunia yang bernama Draenor. Draenor ini kering kaya di gurun. Hancurnya Draenor membuat orc datang ke dunia yang ditinggali manusia, dwarf dan elf yang tinggal di dunia bernama Azeroth. Kepindahan ini dipertanyakan oleh Durotan, salah satu pemimpin desa. Dese ngerasa kalau cara yang dipakai itu salah. Dunia tempat tinggal orc sebenarnya ngga beda jauh sama Azeroth. Dari dialog Durotan,  dijelasin kalau sebenarnya Draenor pernah hijau dan punya sumber makanan yang melimpah. Tapi lama kelamaan, Draenor mulai gersang dan memaksa orc untuk pindah. Dan ternyata kepindahan orc direncanakan oleh penyihir orc, Guldan, yang dimanfaatin sama penyihir manusia. Tetooooottttt spoiler.

Di dunia manusia, seorang penyihir muda yang kabur dari tempat pelatihan penyihir di Azeroth karena udah ngga sepaham, atau emang dianya bandel aja. Penyihir muda yang saya lupa namanya ini menemukan bahwa kematian para prajurit menyimpan petunjuk yang aneh. Bersama dengan Anduin Lothar mereka mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dibantu dengan Garona, orc wanita yang lebih mirip cewe Meksiko eksotis tapi punya gigi gading mirip gajah yang ukurannya lebih kecil dari orc lainnya.

source: google
Berisik. Menit-menit awal Warcraft ini banget berisiknya. Adu senjata orc dan manusia. Diantara keberisikan ini kita dibuat menebak apa yang akan dilakukan manusia mempertahankan diri dari para orc, kenapa Guldan ngebet banget ke dunia manusia, siapa yang jahat sebenarna di dunia manusia. Si penyihir muda atau penyihir istana yang kelamaen sendirian terus dia jadi baper. Atau apakah Lothar jatuh cinta sama Garona. Dan itu beneran jatuh cinta. Krik..

Kemiripan tokoh dengan LOTR, visual yang megah dan cerita yang kompleks membuat saya berharap film ini akan berlangsung dengan epik. Tapi yang terjadi, saya bete. Rasanya sama kaya tidur siang tapi bangun kaget. Pusing, bawaanya sisa hari itu ngga enak aja.

Mungkin Warcraft cuma ambil sebagian dari plot cerita yang di game ya. Kayanya plot cerita di game lebih kompleks lagi. Visual tiap orc, magic gate, efek sihir dan perubahan si penyihir istana baper mampu bikin saya waahhh bagus. Ngga nanggung. Duncan Jones mencoba membuat ada keterkaitan emosional antara beberapa tokoh penting dan penonton. Tapi eksekusi plot yang terlalu terburu-buru bikin peristiwa yang terjadi ke beberapa tokoh penting cuman jadi yaudah. Yaudah gitu aja.

Contoh, kematian anak Lothar. Hubungan ayah dan anak yang dekat, ketidaksetujuan Lothar akan masuknya si anak ke squad prajurit kerajaan serta cerita kalau Lothar merasa bersalah kepada anaknya karena istrinya telah meninggal. Sampai kematian si anak, gagal membuat saya bersimpati ke keduanya. Kedua, kematian Durotan. Ini apa banget deh. Harus ya matiin Durotan. Karena sepanjang film, saya hanya bisa bersimpati dengan Durotan. Matinya Durotan seakan dipaksakan. Oke, kematiannya dibuat historical karena Durotan mati melawan Guldan lewat adu satu lawan satu. Yang ternyata Guldan si kakek- penyihir berbuat curang karena pakai sihir.

Sementara tokoh lain macam si penyihir muda yang kabur dari tempat pelatihannya, yang ternyata punya tugas penting sekadar ngebodor disana sini. Penyihir istana kesepian yang kemudian jadi baper, ketahuan niatnya di pertengahan film. Kemudian dia beserta niat jahatnya pun jadi sok misterius yang sampe akhirnya dia berubah jadi Emily Rose yang kerasukan roh jahat di Last Exorcicm. Ini kenapa mirip banget berubahnya. Saya nunggu dia muntah eh ternyata melotot doang.
Buat saya yang penonton awam, Warcraft jadi film yang sukses secara visual tapi ringkih di plot cerita dan keterkaitan emosi tokoh dengan penonton. Buat penggemar gamenya sudah pasti interpretasinya beda.

Galih