Showing posts with label Nonton. Show all posts
Showing posts with label Nonton. Show all posts

Tuesday, March 29, 2016

(Nonton) Gods of Egypt


Suka sebel sama cerita dewa-dewa. Harta pasti, umur panjang, kekuatan punya, apalagi? Tapi suka ga mensyukuri apa yang udah dimiliki. Apalagi kalau udah ngelibatin anak dewa. Bleh, sama kaya orang tuanya. Akhirnya sama kaya manusia yang katanya lebih rendah daripada mereka. ngerasa kalah sama dewa lain, terintimidasi secara tidak langsung, baper, kemudian bikin masalah sendiri. 

( ( B A P E R ) )

Gods of Egypt ini ceritanya masalah internal keluarga banget. Kakak sama adeknya kemudian jadi masalah om dan keponakan. Masalah keluarga. Pffftt...

Jadi gini, Mesir dibagi jadi dua wilayah. Set yang kedapetan wilayah gurun merasa disisihkan. Merasa bapaknya pilih kasih. Diseranglah kerajaan milik abangnya. Buat ngebuktiin kalau dia lebih besar kekuasannya daripada si kakak. 

Kalau anak manusia protes mah, palingan juga kabur dari rumah. Kalau mau yang amit-amit, ya make narkoba, sex bebas terus mati.  Lha ini anak dewa. Ya dia mau nguasain dunia. Dia yang bikin masalah, kok manusia yang kena. Kan? Ababil banget. 

Kakaknyadibunuh, dewa lain disuruh takluk, Horus dicoplok matanya, cewenya direbut.  Cerita Gods of Egypt dimulai. Kita dibawa ke petualangan Horus bareng Bek, temen manusianya buat ngerebut kembali kerajaan bapaknya. 


Gods of Egypt ini gemuk banget dari segi cerita. Ya kareda judulnya “Gods” jadi semua elemen dewa-dewa mesir dimasukkin. Mitologi Mesir dibawa semua si. Karena gemuk ini, saya jadi sedikit engap. Terlalu banyak yang diserap. Kaya makan kebanyakan. 

Masing-masing elemen ini malah bisa dibikin spin offnya. Kamu bakal nemuin, pembuatan dan hancurnya obelisk, spinx, Ophius yang terus dilawan Kronos tiap malem. Ophius ini legenda datangnya malam hari di Mesir. Jadi mereka percaya kalau malam hari terjadi itu karena Ophius yang dateng. Ada juga Hathor dewi cinta yang ternyata sebelumnya jadi karyawan di Negeri Orang Mati. Terus sama Horus dikasih gelang 48 bintang jadi dia bisa hidup normal.
Kata mbak Norah, Gods of Egypt ini ajaib. Horus jadi kaukasian, sementara Thoth yang kepalanya burung ibis jadi negroid. 

Sekian. Selamat nonton.
Galih

Tuesday, June 16, 2015

(NONTON) Short Movie

Versi pendek karya Andres Muschietti ini jauh lebih seram daripada versi Guilermo Del Torro. Judulnya boleh pendek dan durasinya tidak lebih dari tiga menit.

Nampaknya manjangin film pendek jadi salah pilihan Hollywood yang mulai kehabisan ide. Ambil contoh Saw. Kini sudah seri ke tujuh. Dimana di seri ketujuh yang rilis 2010 ini diembel-embeli 3D. Banyak pihak yang terkejut dengan kesuksesan Saw, yang didapuk menjadi film horror-gore paling kuat sepanjang 10 tahun.

Fanbase Saw sudah tahu bahwa Saw merupakan pengembangan film berjudul sama dengan durasi 9 menit 30 detik! Bayangkan, dari cuma 9,5 menit, berkembang menjadi 540 menit (dengan asumsi 1 seri = 90 menit). Materi asli ini disebut Saw 0,5.
Bagi yang belum nonton Saw. Ini film genre gore atau slasher. Dimana inti ceritanya adalah tokoh Jigsaw yang suka menyiksa orang dengan alat siksaan yang susah dimasukkan dalam akal sehat. Jalan cerita yang sebenarnya tidak menentu dan menjual kesadisan serta banjir darah. HOAKK….!!
Buat saya si nonton Saw sudah berhasil   memperkosa rasa kemanusiaan, batin seolah terkoyak. Yah emang orang lain tidak akan pernah mengerti dan tahu apa rasanya pahit, walau mereka selalu berkata kaya orang yang paling tahu dan mengerti. Bagi saya Saw mampu menampar mereka yang suka sok tahu… yang pada akhirnya hanya bisa diam. Dalam artian mati.
Jangan lupakan “Katasumi” atau “In A Corner”.  Film yang disutradarai oleh Takashi Shimizu adalah debut kemunculan pertama kali hantu Kayako yang legendaris itu. Jadi saya pun berkesimpulan bahwa seri Ju-On juga berawal dari film pendek. Dimana dalam  Ju-On sangat tenang, sepi tak banyak scoring tapi itulah letak keseraman film ini. Penampakan  Kayako, Toshio yang hanya dibalut muka putih diletakkan pas oleh Shimizu sehingga membuat film ini film horror Jepang terseram.
Pekerjaan yang tidak mudah. Layaknya seorang gamer harus mampu mencari formula yang tepat antara kompleksitas perangkat dan setting. Pengadaptasian film pendek menjadi film panjang harus dicari formula yang tepat antara sisi psikis maupun fisik.
Sang sutradara harus mampu menghadirkan sesuatu yang kokoh, meyakinkan serta memuaskan.  Film pendek mempunyai cerita yang tegas, kuat karena langsung kepada poinnya. Sehingga naskah menjadi penting dalam hal ini. Sang sutradara harus percaya diri. Namun jangan berlebihan. Menghadapi sesuatu yang berlebihan malah bikin capek kan?
Cekdiot!! Banyak yang harus maksimalkan agar kinerjanya makin sempurna. Seperti budget kaya kesuksesan District 9. Dengan dana kurang dari $40 juta film tersebut berhasil meraup pendapatan kotor lebih dari 6 kali lipat biaya produksi. Film pengembangan dari film pendek berjudul Alive in Joburg  (2005) yang disutradarai oleh Neill Blomkamp dan diproduseri Sharlto Copley.
Selain itu ada pemilihan pemain serta lain-lain yang perlu diperlukan dalam film. Jangan ketinggalan, fanbase dari film asli yang notabene juga akan menjadi penentu film tersebut.
Dari dalam negeri saya suka Siksa Kubur. Joko Anwar mampu menghadirkan silent terror yang membuat saya menekan tombol pause. Dan masih banyak ratusan ide film pendek yang layak di perlakukan sebagai pilot project. Daripada melulu menghadirkan kuntil, pocong, dada dan paha serta humor yang (maunya) lucu.

Sedangkan dari genre cinta-cintaan (hialah preet) saya masih belum nemu film yang mampu ngebuat saya termehek-mehek. Kalau udah urusan sayang-sayangan sebenarnya saya paling malas nulisnya. Tapi liat postingan awal-awal blog saya. Buahaha makan omongan sendiri. Daripada panjang lebar, saya punya beberapa referensi film pendek rasa cinta (gombal).

Lavatory, Lovestory (2007). Film nominasi Oscar kategori Best Animated Short Film ini bercerita tentang cinta yang datang tanpa pernah kita sangka-sangka. Love is always close to you, you have to be able to see it. 
Ketika cinta menghampiri rasanya bertaman-taman. Perasaan 1000 kali lipat dari berbunga-bunga.
Kedua, I’m Here. Oke, maksa karena yang ini robot. Yap, cinta pertama saya adalah robot gundam versi OO yang hanya bias saya lihat di tipi. Haha oke lupakan..
Spike Jonze sukses mengiris-ngiris hati dalam filmnya ini. Tema cinta tidak akan pernah habis-habisnya. Tak peduli seberapa klisenya tema tersebut. Cerita cinta konvensional, pria wanita bertemu lalu jatuh cinta. Tentang pahit manisnya cinta serta arti sebuah pengorbanan tanpa batas bagi orang yang kita sayangi. Cerita cinta dua robot humanoid yang hidup dalam dunia dimana manusia dan robot hidup berdampingan.
Sheldon yang diperankan oleh Spiderman eh maksudnya Andrew Garfield bertemu dengan Francesca dimainkan oleh Sienna Guillory. Karakter keduanya yang bertolak belakang. Dimana Sheldon terkesan pendiam sementara Francesca yang menyenangkan namun juga sangat ceroboh.
Selama 30 menit, kita akan dibawa melihat kisah cinta normal dari kehidupan unik yang manis namun menyentuh.
Settingnya sederhana, adem dilihat dan yang penting itu robot yang main (ketawa setan). Endingnya pun bias ditebak tapi film ini enak banget buat ditonton meski temanya cinta -.-. Enjoy the short ro-bo-mantic tale!

Lanjut, cintanya para pemalu. Post-It Love. Suka dengan teman sekantor itu bagaimana cara menyatakannya itu yang harus dipikirkan.

Selama 3 menit 2 detik ini, kita melihat sepasang rekan kantor yang tertarik satu sama lain. Pembicaraan mereka pun dimulai melalui rangkaian Post-It yang dibentuk menjadi gambar.
Digambarkan dengan sederhana. Kadang cinta dimulai sesederhana saling pandang. Mata ketemu mata, rasanya aja udah bahagia banget apalagi kalau direspon *kedip-kedip
Dengan kata lain, berjuta rasanya kalau kata lagu. Well, serius sayangin orang yang sekarang ada disebelah lo, berikan yang terbaik buat dia, karena lo ngga akan pernah tahu kapan cinta juga akan pergi meninggalkan kita. *kenapa jadi lo gue -___-"
Serius, sekali-sekali dengarkan apa yang dibisikkan hati, sebelum nanti malah menyesal karena pernah menghiraukan hati. Ah sudahlah, biasanya kalau sudah ngomong soal cinta, saya pun ujung-ujungnya curhat, ha-ha-ha!! jadi lebih baik saya ngacir sekarang, sebelum mulai nulis yang tidak-tidak. Enjoy!
(gal)

(NONTON) Carrie (2013)

Carrie White dijahili teman-temannya pada saat prom nite. Menuangkan darah babi dan melumuri seluruh tubuh tak lama setelah dinobatkan menjadi Prom Queen. Carrie pun marah dan membuat prom nite berubah jadi pesta kematian.
Carrie White (Chloe Grace Moretz) , seorang gadis yang tinggal bersama ibunya, Margareth White (Julianne Moore). Carrie yang pemalu menjadi korban bullying di sekolahnya. Digunjingkan oleh teman-temannya, dijauhi baik oleh murid perempuan juga laki-laki. Kelakuan ibunya di rumah juga kelewat konservatif. Ibunya merasa harus menjaga Carrie dari dunia dengan cara relijius, tegas dan kasar.
Suatu hari Carrie merasa ada yang aneh dengan tubuhnya seusai olahraga. Gadis pemalu ini tidak menyadari bahwa itu merupakan menstruasi pertamanya. Panik, dia meminta tolong kepada teman-temannya. Namun mereka malah mempermainkannya dengan merekam Carrie yang panik dan melemparkan tampon (pembalut) padanya.
Kejadian ini berefek panjang. Chris Hargeson, gadis nakal yang membully Carrie dihukum tidak boleh ikut Prom Nite. Serta ibunya juga dipanggil ke sekolah. Sesampainya di rumah bukan perlakuan manis yang biasa seorang ibu lakukan ketika mengetahui anaknya menstruasi pertama kali. Carrie dianggap melakukan kesalahan sehingga mengharuskannya dihukum. Sejak kejadian tersebut, Carrie menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan khusus. Carrie mampu mengendalikan benda dengan pikiran. 
Chris Hargeson, yang tidak terima dihukum berencana mengerjai Carrie di malam prom nite. Malam yang seharusnya menjadi malam yang membahagiakan berubah menjadi malam yang paling mengerikan.
Carrie merupakan film pertama yang diadaptasi dari novel Stephen King. Carrie tahun 1976 ini diperankan oleh Sissy Spacek dan disutradarai oleh Brian de Palma. Film ini sukses besar, kemudian dibuat remake dengan Chloe Grace Moretz sebagai Carrie. Sesuai perkiraan, Carrie versi Chloe terlalu cantik untuk dibully. Tidak membuat saya merasa kasihan padanya. Chloe tidak sekeren ketika menjadi Abby di Let Me In serta Hit Girl di Kick Ass.

Dibandingkan dengan Carrie (1976), Carrie (2013) lebih terasa sebagai film remaja. Tidak terasa suspensenya.  Malah Julianne Moore yang berperan sebagai ibu Carrie membuat saya benci sekaligus gemas padanya.

Dalam novel Carrie, Stephen King dengan jelas menggambarkan Carrie sebagai seorang gadis yang jauh dari ideal namun masih mampu berubah menjadi manis. Namun pada filmnya, Carrie digambarkan memang cantik dari awal, hanya tidak terlihat karena gayanya yang kuper. Tapi tetap kelihatan cantik kok.



Adegan ketika Carrie mengejar Chris Hargensen dan Billy Nolan yang merupakan dalang dari usaha untuk mempermalukan Carrie, terlihat bahwa Chris mati setelah menabrak tiang listrik dan kepalanya menabrak kaca kemudian terbakar.  Nampaknya sang editor lupa, setelah meninggalkan Chris yang terbakar, dari belakang terlihat bahwa mobil tersebut kosong. (gal)

(NONTON) V/ H/ S/ 2 (2013)

Film dengan konsep found footage sudah bukan hal jarang. Cerita dimulai dari sudut pandang penonton.

Dengan konsep ini, V/ H/ S berisi kumpulan video horor mockumetary. Setelah pendahulunya yang suskses, situs Bloody Disgusting memproduseri  V/ H/ S/ 2. Penonton disajikan lima video horor dengan Tape 49 sebagai kisah utama. Bukan kisah utama juga si, Tape 49 ini yang membungkus keempat kisah berikutnya gitu. Ceritanya cowok cewek yang mencari gadis yang hilang, kedua tokoh kita menemukan rumah yang di dalamnya berisi kumpulan video mengerikan.

Adam Wingard
Cerita berlanjut ke video pertama, Phase I Clinical Trials . Seorang yang mendapat mata buatan berupa kamera namun pada malam pertamanya diganggu sosok aneh. Disini, Adam Wingard memerankan tokoh utama. Video awal ini cukup mengerikan sebagai pembuka. Karena meski si tokoh utama sudah mencopot mata buatan tersebut, dia tetap diganggu oleh sosok-sosok aneh yang muncul. Ups spoiler..

Di pertengahan pergantian video, kita bisa tahu bahwa ada yang aneh di rumah berisi video-video tersebut. Sosok  aneh yang muncul di belakang si gadis tanpa diketahuinya. Cerita berlanjut ke video kedua. Dengan tema zombie, A Ride in The Park menaikkan tensi. Disutradarai oleh dua orang Eduardo Sánchez dan Gregg Hale yang juga menyutradarai Blair Witch Project.


Melalui kamera helm seeorang pria yang bersepeda di taman, saya dikejutkan dengan kemunculan zombie yang membuatnya menjadi zombie juga. Kemudian datang sepasang biker yang berakhir dengan nasib yang sama. Ketiganya  menyerang pesta ulang tahun di sebuah pondokan. Pria, wanita dan anak-anak yang tidak sempat melarikan diri menjadi santapan mereka. Di akhir video, disajikan twist. Melihat garpu pemanggang menancap di bola matanya, pesepeda pertama menyadari dirinya berubah mengerikan. Kemudian menembakkan senapan yang akhirnya menghancurkan kepalanya. Tapi lucuuu, geli aja gitu liat zombienya sadar diri. Spoiler lagi.


Kemudian sampai pada video yang ditunggu. Disutradarai oleh mas-mas favorit, Timo Tjahjanto. Bareng dengan Gareth Evans. Menyenangkan ada mas-mas Indonesia yang masuk dalam antologi V/ H/ S/ 2 ini. Segmen ketiga ini bertema sekte pemuja setan. Dikisahkan empat kru reporter yang meliput apa yang ada di dalam Keluarga Pintu Surga. Dari percakapan mereka, kita tahu sekte tersebut diprotes masyarakat. Epi Kusnandar sebagai The Father membuat film ini menjadi gila. Melihat aktingnya di sitkom lokal Preman Pensiun yang bikin ketawa ngakak, bakalan kaget melihat dia dalam Safe Heaven.

Dengan Timo Tjahjanto sebagai sutradara, eksekusi filmnya tidak sebusuk film horor Indonesia sekarang ini. Para jamaah yang menembak dirinya sendiri, anak-anak yang mati keracunan susu, ibu hamil yang mati kemudian merangkak bak laba-laba, tubuh meledak dan bayi setan yang keluar dengan merobek perut ibunya sendiri. Ending twist yang akhirnya menyadarkan kita semua bahwa semua anak butuh figur seorang bapak. Hahahahaha sakit.


Selain segmen zombie dan sekte pemuja setan, segmen terakhir juga jadi favorit saya. Slumber Party Alien Abduction menawarkan kisah bertema alien home invasion. Sekelompok remaja yang ditinggal orangtua mereka, diserbu alien yang menerobos masuk ke rumah mereka. Meski tidak jelas penampakan aliennya, saya suka dengan penggambaran alien bertubuh tinggi besar berkepala plus lengan dan kakinya yang panjang. Video terakhir dari Jason Eisener ini mengantarkan kita pada ending Tape 49. (gal)